Konsep GreenHeart adalah strategi produk Sony Ericsson yang berwasasan lingkungan dengan komitmen untuk menghilangkan bahan kimia berbahaya sejak proses desain hingga proses pembuatannya.
Ponsel C901 GreenHeart misalnya, mengandung petunjuk penggunaan elektronik dalam ponsel, sehingga menggantikan pedoman penggunaan kertas yang biasa digunakan sebuah ponsel baru. Oleh karenanya C901 menghemat lebih dari 90 persen kertas.
Selain itu, casing ponsel C901 GreenHeart terbuat dari sekitar 50 persen plastik daur ulang, dan mengandung sensor cahaya untuk layar ponsel, sehingga akan mengkonsumsi energi yang lebih sedikit. Dengan kemasan produk yang berukuran lebih kecil, dampak lingkungan dari transportasi serta distribusi produk juga dapat dikurangi.
Bahkan, warna-warni ponsel C901 GreenHeart dibuat dengan cat khusus yang mengandung lebih banyak air. Cat ini menurunkan pemakaian komponen VOC (Volatile Organic Compounds) yakni komponen organik yang tidak stabil.
C901 GreenHeart juga dilengkapi dengan aplikasi WalkMate, sebuah aplikasi penghitung langkah, sehingga pengguna dapat menghitung berapa banyak langkah pengguna, dan mampu membandingkannya dengan perjalanan menggunakan mobil. Selebihnya, fitur-fitur C901 Green Heart sama dengan fitur C901 CyberShot biasa.
Ponsel C901 GreenHeart dijual bersamaan dengan headset MH300 GreenHeart, yang merupakan salah satu headset paling ramah lingkungan. Headset ini terbuat dari 100 persen plastik daur ulang pada di hampir seluruh komponen plastik kerasnya.
Tak hanya itu, Sony Ericsson juga menghadirkan Sony Ericsson Naite yang dilengkapi dengan aplikasi lingkungan Ecomate dan Carbon Footprint Calculator yang dapat menunjukkan berapa jumlah CO2 yang dapat dihindari ketika Anda berjalan kaki, ketimbang naik mobil.
Naite, yang mampu menyuguhkan internet supercepat, panggilan video, juga menyajikan petunjuk penggunaan elektronik di dalam ponsel, dan bahan plastik daur ulang, serta kemasan ramah lingkungan, dan charger hemat energi pertama di pasar ponsel.
Charger bernama EP300 GreenHeart charger itu cuma sedikit mengkonsumsi energi. Dengan beragam inovasi tersebut, keseluruhan paparan CO² yang dihasilkan oleh daur hidup ponsel C901 GreenHeart dan ponsel Naite dapat berkurang sebanyak 15 persen.
"Sony Ericsson terus berupaya menjadi pemimpin industri dalam hal menghapuskan bahan berbahaya dalam komponen inti ponsel kami, serta menciptakan charger hemat energi terdepan di industri ponsel,” jelas Djunadi Satrio, Head of Marketing Sony Ericsson Indonesia.
Sejak 2008, Sony Ericsson juga telah menggelar program daur ulang produk Sony Ericsson, di mana konsumen dapat menukar ponsel lama mereka dengan ponsel baru. Sony Ericsson akan mengirimkan ponsel-ponsel lama yang ditukar ke pusat daur ulang ponsel, sehingga tidak berakhir di tempat sampah dan merugikan lingkungan.
Dengan didaur ulang, komponen dan material ponsel dapat dimanfaatkan kembali, sehingga mengurangi kebutuhan bahan baku untuk produk baru.
info: http://teknologi.vivanews.com/