penyakit kulit, selain karena dehidrasi,”kata Fredy Ferdinand, dokter umum Klinik Kedaton Medical Center (KMC)
Sebab itu, semua pihak harus mewaspadai agar tidak terjadi penyakit ISPA dan diare di lingkungannya.
Diare, katanya, membuat pengidapnya menderita gangguan dalam buang air berupa rangsangan untuk melakukannya
secara terus-menerus. Tinja yang dihasilkannya pun memiliki kadar air berlebih. Jika terjadi secara terus-menerus, akan membahayakan penderitanya. Dia mengingatkan ketika musim kemarau kondisi udara kering, kadar kelembapan rendah, dan ditambah angin yang cenderung berembus kencang membuat penyebaran kuman influenza virus menjadi salah satu sebab penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) lebih tinggi, bahkan mencapai 90% penyebab penyakit ISPA.
“ISPA merupakan penyakit yang paling banyak dijumpai ketika musim kemarau, tetapi diare juga cukup tinggi.” Pencegahan yang paling baik terhadap beberapa jenis penyakit tersebut adalah dengan banyak mengkonsumsi air bersih sehingga kemungkinan dehidrasi dapat dicegah. Selain itu, mengonsumsi buah-buahan yang memiliki kadar air tinggi seperti semangka dan jeruk. Keberadaan kadar air yang mencukupi bagi tubuh dapat menetralkan kadar racun dalam tubuh. ISPA dan diare memiliki sifat self limiting disease atau penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya sehingga tidak terlalu memerlukan antibiotik.
Sebab itu, dalam menangani pasien yang menderita penyakit ini, Fredy selalu memberikan jenis obat seperti multivitamin, antipiretik, dan analgetik.
Selain itu, dokter lulusan Universitas Sriwijaya ini selalu menganjurkan kepada pasiennya agar memiliki pola hidup yang baik serta menjaga daya tahan tubuh, misalnya, dengan tidak mengonsumsi es dan makanan yang mengandung minyak.
Terkait dengan keringnya udara, Fredy menganjurkan penggunaan masker, terutama bagi pejalan kaki dan pengendara motor. “Udara kota sangat tidak baik bagi kesehatan karena biasanya karbondioksida lebih sedikit dibanding karbonmonoksida,” katanya.
